Posts

Puisi #10 Dalam Diam

Aku masih ingat kala itu kamu tandang
Aku menyembulkan kepala keluar rumah dan
Mataku tepat menatap mata yang sedikit minimalis dengan senyum misterius
Kamu
Membelalak kaget aku
Kamu pun begitu

Aku tergagap dan tergugup
Kali pertama bertemu kamu saat itu

Kamu lucu
Itu kesan pertama yang aku rasakan
Apalagi rambutmu yang bagai mangkok itu
Tetapi halus
Walaupun aku tidak merasakan langsung dengan jemariku, aku tahu

Perkenalan kita tidak terlalu berjalan mulus
Aku canggung
Kamu apalagi
Di sepanjang kamu tandang bersama yang lain mataku hanya tertuju pada satu objek
Seperti kamera yang menangkap gambar yang menarik
Kamu

Aku sulit untuk memandang ke arah lain

Aku suka ketika kamu secanggung itu untuk berbincang denganku
Sangat lucu
Aku gemas
Ingin rasanya kucubit pipimu yang gembil itu

Ah...memang berlebihan

Aku terus menanyakan hal-hal standar yang mungkin membosankan bagimu
Tapi aku tau satu
Sebenarnya ketertarikan kita terhadap berbagai hal hampir sama

Tapi sekali lagi,
Patah yang kemar…

In The End It Doesn't Matter

Psst

Sebelum lanjut

Baca post yang ada dibawah post ini dulu.

Okay?

Biar ngerti.

Sip.

Hae readers beneran soon kan? Soon bingits malah hahaha bukannya apa-apa sih gue takut lupa mau nulis apa kalo kelamaan. So here's it. Biar kalian juga inget dan gaperlu buka post sebelumnya biar gue segarkan ingatan kalian.

Gue gangerti jalan pikiran ini orang begimana, otaknya ditaro di pantat terus di dudukin kali yak? Udah jelas-jelas dia yang mau silaturahmi, dia yang ngeblock gue. Berak sumpah berak! Gue kesel tapi berakhir ngakak. Gue mah seterah dia yak di block cuma ya aneh aja gitu. Gue tanya deh di ig "Lu ngeblock gue?" trus dia jawab "Cuma sementara" Ahelah! ngapa cuma sementara? Berarti dia bisa balik kapan aja disaat gue lengah dong?

Oke mari dilanjutkan, iya jadi gue ceritanya di block entah karena alasan apa. Keknya abis otaknya didudukin terus penyek kali ya makin gesrek rupa-rupanya. Maaf guys kesel banget gue abisnya. Dia yang nyakitin, gue yang ngeblo…

In The End

Menurut kalian kisah cinta apa yang paling menyedihkan?

Versi gue adalah kata-kata yang gue sangka bullshit tapi benar adanya, "Cinta tak harus memiliki" *lalu nangis dipojokan*

Hmm harus dari mana cerita sebenernya bingung sih, gue bakal melabeli ini di gebetan. Sooo, sudah tau kan gue akan menceritakan tentang siapa? Belom pernah gue sebut sih namanya, better not deh. Gue udah beberapa kali ngepost tentang pergi dsb dan pada akhirnya gue tetep stay. Tetep aja gue menerima dia yang datang kembali. Call me goblok, yea memang. Gue selalu menerima orang yang gue sayang meskipun orang itu udah menyakiti gue sedemikian rupa. Satu sih alasannya, gue kalo udah deket sama satu cowok ya itu aja orangnya. Literally gaada yang lain, even chat sama cowok lain (temen gue) itu juga gak tiap hari. Jadi gue gabakal bisa multitasking (yang mana sebenernya kemampuan cewek) chat sama banyak cowok dalam satu waktu setiap harinya. Itu susah banget bagi gue. Eh maksud gue kemampuan cewek itu mul…

Puisi #9 Seandainya Kita

Aku kembali melihat galeri di gawaiku
Masih foto yang sama
Yang awalnya berwarna
Lalu ku sunting menjadi hitam-putih

Kamu tersenyum bahagia
Aku pun sama
Saat itu kita masih malu
Duduk berdekatan denganmu saja hatiku berteriak
Jantungku berdegup begitu kencang
Lontong sayur di genggamanku pun bergetar
Rasanya hambar di lidahku
Kalah oleh rasa bahagia duduk di sampingmu

Kala itu,
Hampir seluruh anggota keluargaku mengira kau adalah kekasihku
Aku hanya bisa tertawa mengelak, mengaminkan
Semoga kelak begitu

Bagaimana tidak?
Aku yang duduk di sampingmu
Menemanimu mengobrol
Walaupun pada akhirnya, berakhir dengan diam canggungnya kita
Aku sibuk menenangkan degup jantung
Tak tahu dengan engkau, apa yang kau pikirkan

Seandainya itu terjadi
Seandainya aku milikmu
Seandainya kita bersama
Aku mungkin akan menjadikan foto yang paling aku sukai ini sebagai foto profil
Aku mungkin akan memintamu untuk sering berfoto denganku
Galeriku akan penuh dengan foto kita berdua

Ah...aku kembali berkhayal
Nya…

Random 6 : Kesan Menonton Film Dilan 1990

Image
Oke. Ehem. Halo readers sekalian hehe sepertinya aku produktif sekali ya bulan ini membuat 3 tulisan. Pengumuman kemarin anggep ajalah tulisan yah. Emang lu kira itu apaan? petuah doang? Kan lu baca, berarti kan itu tulisan. Ahsudahlah.
Daripada kebanyakan cingcong, gue akan nge-review film Dilan 1990. Tadinya loh ya tadinya, judulnya mau begitu. Tapi gue bukan orang yang sotoy melihat film dari banyak sisi, lebih ke membuat kesan. Kesan itu biasanya lebih ke baik-baiknya sih hehe. Kalo review kayak lebih mengulas, mengkritik dan saran seharusnya bagaimana baiknya film itu. Gue gak sejago itu untuk melakukannya. Maka dari itu mari kita buat kesan menonton film : Dilan 1990.
Sebenarnya, gue orang yang sangat suka sesuatu yang anti mainstream termasuk sebuah novel. Menurut gue penulisan yang gak sesuai kaidah penulisan dan gaya menulis lebih santai itu yang enak banget buat dibaca. Gue pertama baca Dilan 1990 itu minjem sama temen gue dan ketika gue sudah menyukai sesuatu, gue pasti in…

PENGUMUMAN!

Sebenernya sih gue nulis ini berasa penting aja sih wakakak

Untuk kalian yang baru banget ngikutin blog gue dan otomatis langsung baca post sebelumnya yaitu "Berdamai dengan Masa Lalu" gue menyebutkan beberapa nama yang mungkin kalian bingung mereka siapa. Mumpung gue lagi baik #halah bukan karena lagi baik sih sebenernya, cuma kegabutan yang HQQ aja. Gue membuat label untuk mempermudah kalian mengikuti kisah gue. Untuk alur yang bener kalian lebih baik baca label Mantan 2, karena doi yang paling banyak gue ceritain. Setelah itu lu baca label Mantan 3, Mantan dan Gebetan baru lu akan mengerti cerita Mantan 1 atau satu-satunya post yaitu "Berdamai dengan Masa Lalu". Gue labelin juga btw untuk tulisan yang baru-baru ini gue post. Untuk tau siapa itu Iqbal, Ipeh, Hakim dan temen-temen SMA gue lainnya lu bisa liat di label Akselerasi.

Dimanakah kalian dapat menemukan label tersebut?

Mudah banget, itu seperti navigasi website pada umumnya yang letaknya di atas. Persisny…

Berdamai dengan Masa Lalu

Image
Holaaa readers sekalian heheheu jadwal gue ngepost telah tiba. Ngepost telah tiba, ngepost telah tiba, jariiii pegeeeeeeeeeel ngetik wakakak (kalo kalian bacanya sambil nyanyi Libur Tlah Tiba - Tasya berarti kita seumuran) gapapa yang penting aku sayang kamu :* ((geloy))

Sebenarnya gue mengetikkan post ini bukan karena sudah jadwalnya, tetapi karena ada cerita (yaiyalah) dan permintaan dari reader setia yang selalu menagih tulisan untuk segera UP. Gue belom pernah ngasih tau ya siapa dia? Namanya Hakim, doi temen satu kelas gue juga waktu SMA. Ada kok profil dia di blog gue ini, perlu link nya? Gahaha cari sendiri ah :p biar usaha. Terima kasih untuk Hakim karena selalu setia membaca blog gue yang kebanyakan cerita cinta absurd ini, ngasih komen (walaupun lewat Line) dan setia menunggu UP post baru. Sankyu na!

Langsung aja nih? Kebanyakan cingcong mah males ye.

Ohkai.

Jadi ceritanya adalah gue se geng sama mantan gue sekarang. Rafi?! Bukan guys, itu sebuah keajaiban yang hqq kalo ampe…